Heyho!
Akhirnya, setelah sekian lama tidak posting.
Harus posting empat posts sekaligus nih xoxo.
Pertama, mau cerita soal ehm kehidupan kampus
(asek.. sekarang gue semester tiga loh *gak ada yang nanya*). Di semester tiga
ini, gue mendapat kesempatan untuk mengambil 24 SKS, artinya ambil SKS penuh.
Jadwal kuliah cukup padat dan tidak mengenakkan. Bayangkan, dalam satu minggu, kuliah
gue (yaitu Senin-Rabu) masuk pukul sebelas siang (cuma Kamis yang masuk pagi,
itupun jam 8 -___-). Yak! Tepat sekali, gue jadi malas bangun pagi hahaha. Yah,
itu bukan masalah yang esensialnya sih. Ada yang lebih esensial lagi, yaitu
ketersesatan gue dalam labirin gelap dan tiada berujung (naon ah…). Hahaha
nggak gitu juga sih, tapi soal tersesatnya benaaar!
Semester ini, gue punya kesempatan untuk ambil
6 SKS pilihan (bisa ambil mata kuliah fakultas atau mata kuliah program studi
lain). Dengan segala kesotoyan, gue ambil 3 SKS mata kuliah pilihan fakultas
yaitu Dasar-Dasar Logika disingkat DDL (baca: dasar-dasar logila, atau
derita-derita lo), dan 3 SKS lagi gue ambil mata kuliah pilihan antarprodi.
Pilihan jatuh pada prodi iklan, karena gue dulu mau masuk prodi iklan (boong
deng, padahal gara-gara kelas prodi lain sudah penuh T_T), mata kuliahnya
bernama Media dan Pemasaran Interaktif disingkat MPI (cihuy kan kalau dengar
namanya).
Di sinilah kesotoyan gue diuji (maksudnya apa
deh, Mi). Yak, mari kesampingkan mata kuliah DDL, agak nggak enak soalnya kalau
bercerita tentang derita (padahal ini juga mau cerita soal derita).
MPI. Awalnya pilih mata kuliah itu karena namanya
keren dan sepertinya seru (tuh kan sotoy sih). Teman-teman seangkatan sudah
mengingatkan gue dan meneror gue dengan pertanyaan “Beneran mau ambil mata
kuliah itu? Dosennya XXX loh…” (nama dosen disensor bukan karena namanya
mengandung pornografi, tapi karena… ya gitu deh *gak punya alasan*). Gue dengan
santainya bilang “Iya, abis kayanya asik. Emang kenapa kalau sama XXX?” Padahal
gue boong, alasan gue pilih mata kuliah itu adalah bukan karena kayaknya asik,
tetapi karena jadwalnya yang pas. Jadi, ceritanya gue menyusun jadwal kuliah
sedemikian rupa dengan cara mengambil jadwal mata kuliah di Senin-Kamis, supaya
Jumat libur (alasan yang kemudian agak disesalkan, tapi kemudian jadi nggak
menyesal juga sih *labil*).
Si teman gue yang baik hati itu dan beberapa
teman yang lain bilang kalau XXX itu ngajarnya susah (baca: tugasnya banyak dan
susah, dan tidak ada rasa kemahasiswaan). Dengan sotoy yang gak hilang-hilang,
gue sesantai dan seyakin itu tetap memilih dosen XXX (jangan di-cie-in, ini
bukan milih jodoh woy) sementara beberapa teman yang memilih mata kuliah ini
langsung pindah cari mata kuliah lain.
Di hari pertama masuk kelas… gue dengan
kesotoyan yang tetap (bahkan mungkin lebih tinggi kadarnya) santai memasuki
kelas anak-anak prodi iklan ini (ada dua orang teman dari Jurnal yang ambil
mata kuliah ini juga). Teman-teman iklan sudah keheranan melihat kami dan
menatap kami dengan iba seolah pandangan mata mereka mengatakan “Kasihan sekali
kalian, tersesat di belantara ini. Nasib kalian akan tidak menentu dan masa
depan kalian sudah hilang.” (yak, agak berlebihan sih). Dan gue masih santai
aja karena sebenarnya gue merasa tertantang sama dosen semacam XXX ini.
Dan kenapa sih dari tadi gue bilang tersesat?
Soalnya gue beneran nyasar alias tersesat. Gue kira mata kuliah ini bakal ada
nyambung-nyambungnya sama Jurnal, atau at least mata kuliah yang gak seserius
mata kuliah Jurnal (menyenangkan gitu maksudnya *bukan berarti jurnal tidak
menyenangkan*), tapi ternyata gue salah (dan si teman gue gak salah). Mata
kuliahnya gak terlalu sulit sih (jujur loh ini, gak maksud sombong), tetapi
teman gue gak salah kalau dosen XXX itu ngasih tugas enggak
berperi-kemahasiswaan -__-. Tugasnya ampun, susah, ribet.
Gue nyaris pengen drop mata kuliah ini, tapi
gue pikir sayang kalau cuma ambil 21 SKS sementara gue bisa ambil 24 SKS (bayar
kuliah mahal, jadi mesti lulus tepat waktu). Di hari pertama kelas MPI, dosen
XXX udah stated bahwa salah banget gue ambil mata kuliah ini, gak ada efek sama
sekali buat kehidupan jurnalistik gue, apalagi gue gak mempelajari mata kuliah
iklan sebelumnya (such as: pengantar iklan). Intinya, dosen XXX bilang “kuliah
ini akan sangat sulit buat kamu”, beliau mengatakan kalimat itu dengan seringai
khas Joker di film Batman and The Dark Knight (baca: joker smile *uh… why so
serious?*).
Saat itu juga gue menguat-nguatkan diri gue
untuk bertahan, dan meyakinkan diri bahwa gue pasti bisa (sebenarnya saat itu
lebih tepat kalau mengatakan gue menahan gengsi… gengsi dong kalau akhirnya
drop kelas ini karena teman-teman sudah mengingatkan tapi gue bebal dan tetap
sotoy hahaha).
Just for your info, tugas MPI ini meliputi,
response paper (biasa disingkat RP, tapi lebih dikenal dengan sebutan R(I)P
buat yang mengerjakannya) untuk setiap bab pembahasan setiap minggu, presentasi
bergiliran (dari kelompok 1 hingga kelompok 6 setiap minggu), laporan presentasi.
Dan yang paling membuat kami (mahasiswa malang di kelas MPI) ingin mati rasanya
(ga juga sih) adalah tugas UTS yaitu membuat kampanye melalui Google AdWords,
apakah itu Google AdWords? Gue akan posting di tempat terpisah deh hehehe, dan
asli ini tugasnya susyeeeeh T_T
Waktu UTS sudah terlewati, gue udah relief
banget rasanya karena tugas AdWords udah kelar. Tapi, penyiksaan di ketersesatan
belantara belum berakhir! Karena…. Tugas UAS lebih membuat gue ingin mati (TTTTT___TTTTT).
Buat riset mini dengan cara analisis isi, atau content analysis, dan gue ga ngerti sama
sekali. Selamat ya, Mi! (nada mengejek) :3
Hemmm, tapi yang penting untuk lo ketahui
adalah, gue sangat senang tersesat di kelas ini, karena anak iklan asik-asik
banget terlebih lagi, khususnya, adalah KELOMPOK GUE! Yaitu kelompok 1 *drum
roll*, gue seneng banget ada di kelompok ini, yeah… meskipun UTS kita cuma
dapat nilai 50 tapi lebih banyak lagi nilai yang gue dapat dari indahnya
persahabatan di kelompok gue hahaha *piwit cucuit!*. Seneng banget satu
kelompok sama Ahsana Nadia (meskipun Nadia banyak skip tugas hehehe =p *becanda
lho (tapi bener deng)*, sama Diptanta Wahya Jati Negara *kaya nama stasiun ya*
#eh =p yang bener namanya Diptanta Wahya Jati Nugraha, (yang ngaku) laki, kebanyakan
nganggur (katanya), tapi sebenernya dia cerdas, cuma (agak) malas hehehe, dan
Kristiana Putri, yang super sibuk, Nana berwawasan luas lho xoxo. If someday
you guys read this post, I want you all know that I’m very glad to be the part
of our team! *ah, kenapa jadi sok sweet (sok loh.. sok) haha*.
Yak, satu hal…
ketersesatan ini sangat mengasyikan, karena gue dapat banyak hal… dari rekan
setim gue, dari teman-teman sekelas gue, dan dari dosen XXX yang sangat cerdas,
kuliah bersama beliau benar-benar banyak member ilmu baru bagi gue :).
Bahkaaaan, belakang ini gue semakin mengagumi dosen XXX (pssst…) hayoo kenapa? Tunggu
ceritanya nanti ya hehehe.

WOOWWW.. blog kamu kreatif banget, sampe betah deh..
ReplyDeletesalam kenal yah nti kalo ada waktu liat-liat n kunjungi blog aku yah, aq juga udah follow blog kamu tuh... Herry